Mayat tersebut adalah AS, pria lanjut usia (lansia) yang sudah berumur 75 tahun dan selama ini diketahui tinggal seorang diri di sebuah gubuk kecil dengan kehidupan sehari-hari mencari makan lewat barang bekas alias sebagai pemulung.
Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto kepada Korankaltim.com Selasa (14/10/2025) hari ini menjelaskan, penemuan mayat berawal saat sekelompok anak-anak yang tengah bermain layangan mencium aroma tidak sedap dari arah sebuah gubuk di samping Gedung Buana Mekar, Sangatta Utara.
Karena penasaran, mereka mencari sumber bau tersebut dan mendapati aroma berasal dari dalam gubuk tempat AS selama ini tinggal.
"Anak-anak itu kemudian melapor kepada ketua RT setempat. Setelah dicek ditemukan lansia itu sudah tidak bernyawa," kata Fauzan.
Bhabinkamtibmas Polsek Sangatta Utara mendapat laporan dari ketua RT setempat dan langsung menindaklanjuti dengan mendatangkan personel Polsek Sangatta Utara bersama tim Inafis Satreskrim Polres Kutim ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Dugaan sementara meninggal dunia karena faktor usia dan sakit," jelasnya.
Jasad AS sudah dievakuasi ke RSUD Kudungga untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, informasi dari pihak keluarga menyebutkan, almarhum memang tinggal sendiri dan sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang bekas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap para lansia yang hidup seorang diri. "Semoga tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Warga sekitar harus saling peduli antar tetangga," tutup Fauzan.
Editor: Aspian Nur