Kejadian pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Rama pada pukul 21.43 WITA kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutai Timur (Kutim).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kecamatan Bengalon bersama relawan kebakaran langsung menuju lokasi. Api berhasil dikendalikan sekitar 40 menit kemudian.
Setelah api padam, petugas melakukan proses pendinginan hingga pukul 23.00 WITA untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di bangunan berukuran 15 x 30 meter tersebut.
Kepala Seksi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, mengatakan kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong.
“Waktu kejadian rumah dalam kondisi kosong saat api mulai berkobar,” jelasnya Eko saat dikonfirmasi, Jumat (10/10/20 25).
Lanjutnya, kobaran api sempat membuat warga sekitar panik karena lokasi barakan berada di area padat penduduk. Petugas juga sempat menghadapi hambatan di lapangan.
“Kendalalanya jarak tempuh sekitar 10 kilometer dari pos pemadam serta kondisi lalu lintas yang cukup padat sehingga memperlambat laju kendaraan,” terangnya.
Barakan tersebut dihuni oleh beberapa keluarga, di antaranya Masnah Gultom (54) bersama anaknya Juhendra Simanjuntak (23), serta keluarga Zaenal (29), Jani dan Jusman (28).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta lantaran harta benda milik korban tak seluruhnya dapat diselamatkan.
“Sebagian besar barang milik penghuni tidak sempat diselamatkan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga disebabkan konsleting listrik di salah satu rumah yang saat kejadian dalam keadaan kosong.
“Dugaan sementara memang karena korsleting listrik. Rumah yang menjadi titik awal api sedang tidak berpenghuni, penghuninya sedang keluar,” terangnya.
Ditambahkannya, sedikitnya empat unit kendaraan pemadam dikerahkan ke lokasi, terdiri dari Unit Fire 311, Unit Suplai 326, Unit Suplai 304 dan Unit Operasional Damkar.
Proses pemadaman turut dibantu oleh Redkar Desa Sepaso dan Sepaso Timur serta unsur masyarakat dan ormas setempat.
Editor: Erwin