Menurut keterangan salah satu saksi mata, Ilig Tingai, kedua korban berangkat ke ladang sekitar pukul 15.00 WITA menggunakan perahu untuk memanen sayuran dan buah sawit.
“Setelah selesai memanen, kami bertiga pulang membawa hasil panen. Namun dalam perjalanan pulang, perahu kami menabrak kayu besar yang hanyut di sungai,” ujarnya.
Akibat benturan tersebut, air masuk ke perahu dan membuatnya karam. Ketiganya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada badan perahu yang terbalik.
“Namun korban MA dan istrinya tidak bisa berenang. Saya sudah berusaha menolong mereka naik ke perahu tetapi dua kali dicoba gagal akhirnya mereka jatuh lagi ke air,” ujarnya.
Dengan dalih kaki keram dan tenaga mulai loyo akhirnya ia terpaksa menepi di pinggir sungai. Tak lama kemudian setelah menepi, ia berteriak meminta pertolongan. Teriakan dia pun didengar oleh seorang warga yang sedang berkebun tak jauh dari lokasi.
Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi membenarkan kejadian tersebut. Ia bersama warga masih melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“Petugas bersama warga masih berupaya menyisir sepanjang sungai. Debit air tinggi dan arus cukup kuat,” jelasnya dia saat dikonfirmasi, Selasa (7/10/2025).
Diketahui, kedua korban sehari-hari bekerja sebagai petani sekaligus pemanen sawit di lahan milik Iliq Tingai. Di sela-sela lahan tersebut, mereka juga menanam sayur-sayuran seperti sawi dan labu untuk kebutuhan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama masyarakat masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap kedua korban.
Editor: Erwin