Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyebutkan SPPG tersebut menjadi pilot project pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sangatta Utara.
Pihaknya juga merespons maraknya kasus keracunan makanan yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah. Untuk itu meminta agar SPPG menjaga kualitas dan keamanan makanan.
“Kami harap agar makanan yang didistribusikan dijamin sehat, higienis dan bergizi seimbang bagi anak,” harapnya.
Program MBG diharapkan dapat menjamin kualitas dan kandungan gizi seimbang yang menunjang tumbuh kembang bagi para siswa. Sehingga harus diperhatikan terkait aspek higienis dan kualitas nutrisi dalam setiap menu yang disajikan.
“Penyediaan makanan bergizi bukan sekadar formalitas tetapi harus menerapkan prosedur yang ketat,” ungkapnya.
Sementara, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto mengatakan, pihaknya memastikan akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
Langkah tersebut diambil menyusul adanya sejumlah kasus keracunan massal di beberapa daerah lain yang diduga berasal dari konsumsi makanan.
“Pengawasan dilakukan mulai dari dapur pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Pihaknya inginkan program MBG agar benar-benar berjalan sesuai prosedur serta memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan terjamin mutunya.
“Sejumlah personel akan diterjunkan di sejumlah titik dapur MBG maupun jalur distribusi untuk memastikan proses berjalan lancar,” pungkasnya.
Editor: Erwin