Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman berkesempatan meninjau langsung proses pengolahan bahan makanan hingga pengemasan.
Ia menilai seluruh proses sudah cukup higienis. Setiap pegawai dilengkapi sarung tangan, masker, serta pelindung kepala.
“Ini penting untuk melindungi produk dari kontaminasi bakteri, virus, kotoran maupun zat asing lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi langkah awal untuk melaksanakan program MBG, yang nantinya akan disusul di beberapa tempat di Sangatta maupun di beberapa kecamatan lainnya.
“Beberapa waktu lalu kita juga mendengar ada kasus keracunan. Saya berharap para ahli gizi dan pengawas benar-benar bekerja dengan baik,” imbau dia.
Ia menilai dari segi persiapan sudah sangat matang sehingga turut memberikan apresiasi. Selain itu, ia juga menekankan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melibatkan pelaku ekonomi lokal sebagai penyedia bahan baku.
“Karena salah satu tujuan MBG ini adalah mengembangkan dan memberdayakan ekonomi lokal. Ini menjadi langkah maju yang kita harapkan bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Pelaksanaan MBG merupakan program unggulan Presiden RI yang menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan agar pelaksanaan di Kutim benar-benar dikawal dengan baik.
“Proses pendistribusian mulai dari titik keberangkatan hingga tiba di sekolah penerima. Semoga tidak terjadi hambatan dalam proses penyaluran,” pungkasnya.
Editor: Erwin