Kegiatan digagas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) turut diikuti sebanyak 40 pelajar tingkat SMA/Sederajat. Para peserta bersaing tak hanya dalam pengetahuan, tetapi juga visi dan semangat mereka dalam membawa perubahan positif di Jalan Raya.
Kepala Dishub Kutim, Joko Suripto menekankan peran penting generasi muda dalam membangun sistem transportasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Para pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan serta menjadi pionir digital yang mampu mengimplementasikan teknologi untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan lalu lintas di jalan raya
“Kegiatan ini tak hanya fokus pada teori. Peserta akan menerima berbagai materi. Mereka akan ditantang mempresentasikan karya tulis yang menggambarkan ide-ide tentang keselamatan berlalu lintas,” ujarnya saat ditemui Korankaltim.com, Rabu (6/8/2025).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencetak generasi muda yang tak hanya paham aturan, tapi juga memiliki karakter dan empati tinggi dalam berlalu lintas.
“Bukan hanya soal tahu rambu-rambu, tapi bagaimana membentuk sikap, etika dan jiwa peduli terhadap sesama pengguna jalan. Itulah esensi pelajar pelopor,” jelasnya.
Disebutkan, dari 40 peserta, tiga terbaik akan dipilih untuk mewakili Kutim ke tingkat Pemprov Kaltim. Mereka juga diharapkan membawa semangat perubahan bagi keselamatan jalan yang lebih baik. Hal ini menjadi ruang inspiratif, tempat di mana pelajar bisa bertukar ide, mengasah kemampuan berpikir kritis.
“Serta menunjukkan generasi masa depan transportasi ada di tangan generasi muda yang bijak dan peduli,” pungkasnya.
Editor: Erwin