"Semoga saja pada September mendatang sudah bisa uji coba. Beberapa waktu lalu kita lakukan survei progres hampir rampung," kata Suparjan kepada Korankaltim.com Kamis (31/7/2025) hari ini.
Berbagai tahap pengerjaan sudah dilaksanakan. Proses pembangunannya melibatkan beberapa segmen, seperti air baku menjadi tanggung jawab perusahaan setempat sedangkan untuk instalasi dan distribusi merupakan kewenangan pemerintah provinsi. "Terkait pelayanan untuk masyarakat , khususnya di Kutim menjadi kewenangan pemkab," ucapnya.
Apabila diakhir tahun 2025 ini semua segmen bisa rampung maka diprediksi awal tahun 2026 warga sudah bisa menikmati layanan air bersih.
"SPAM regional tersebut memiliki kapasitas 250 liter/detik dengan kedalaman void bervariasi antara 40-60 meter," jelasnya.
Pembangunan SPAM tersebut dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dua wilayah sekaligus. Pihaknya juga telah memastikan kualitas air cukup bagus dan layak digunakan sebagai air minum dan kebutuhan lainnya. "Dipastikan kualitas airnya memenuhi persyaratan," tutup Suparjan.
Editor: Aspian Nur