Pemerintah Indonesia telah berusaha mengatasi perundungan melalui berbagai upaya, seperti membuat kebijakan yang melindungi keamanan siswa di sekolah, membuat pelatihan untuk guru, hingga menggandeng organisasi atau komunitas swasta untuk mengampanyekan anti-perundungan.
Salah satu kegiatan komunitas swasta yang mengangkat isu anti-perundungan adalah Lomba Video Kreatif Hardiknas yang diselenggarakan oleh Zona Kreatif Indonesia pada 15 Maret hingga 15 Mei 2025. Lomba ini diikuti oleh siswa SMP dan SMA dari seluruh Indonesia.
Dalam perlombaan tersebut, terdapat beberapa tema yang dapat dipilih, seperti tentang cita-cita, pendidikan dan Indonesia. Dari beberapa tema yang ada, para peserta diperbolehkan mengembangkan video sesuai dengan keinginan masing-masing.
Hasil lomba ini diumumkan pada 21 Mei 2025. Dalam kesempatan tersebut, juara ketiga diraih oleh Tim SMP Dharma Utama yang berasal dari Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Tim ini beranggotakan Achmad Ibrahim, Wisnu Aji, dan Ainur Fitriah, dari kelas VIII, serta Zidania Aisha yang berasal dari kelas VII.
Tim tersebut memerankan naskah yang ditulis oleh guru mereka, Sugeng Santoso. Sedangkan dalam hal produksinya, guru yang berperan menjadi pembimbing adalah Cindy Agustina dan Elvina Mujirahayu.
“Dalam lomba video ini, kami membuat peringatan untuk menjauhi perundungan, karena perbuatan itu memiliki dampak yang sangat buruk bagi korbannya,” ujar Zidania salah satu peserta.
Menurut siswi kelas VII tersebut, pembuatan video ini menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah harus melakukan rekaman ulang karena video sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian suara, padahal pada rekaman pertama Zidania dan timnya sudah berusaha sebaik mungkin.
Sementara, Wisnu salah satu anggota tim SMP Dharma Utama juga mengaku, meskipun melalui proses dan perjuangan yang melelahkan, dirinya bersama tim begitu bahagia dengan hasil akhir yang diperoleh. Ia tidak menyangka bisa mengalahkan begitu banyak peserta lain dalam perlombaan ini.
“Saya sangat bahagia dan bersyukur. Semoga saya dapat mengembangkan bakat saya ke depannya,” pungkas Wisnu.
Editor: Erwin