Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, M. Idris Syam menyampaikan bahwa saat ini wilayah tersebut berada dalam masa transisi musim. Musim hujan diperkirakan akan berakhir pada akhir Juni 2025.
“Musim kemarau diprediksi di awal Juli hingga September,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (11/5/2025).
Kondisi cuaca yang tidak menentu ini merupakan bagian dari masa peralihan musim. Sehingga terkadang setelah hujan kembali terik panas dan sebaliknya.
“Makanya kami menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi bencana banjir maupun potensi kebakaran,” jelasnya.
Pihaknya juga menyiagakan personel di setiap kecamatan yang menjadi daerah rawan terdampak banjir seperti di Kecamatan Sangatta Selatan, Bengalon, Muara Wahau dan Kombeng.
“Kami kerap menerima laporan adanya beberapa kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi,” jelasnya.
Pihaknya meminta agar warga tetap berhati-hati. Terutama awasi anak-anak. Karena saat banjir predator sering muncul di wilayah permukiman.
“Lebih baik menghindari bermain atau mandi di sungai dan selokan atau genangan air,” pungkasnya.
Editor: Erwin