Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan para tenaga kerja lokal di daerah setempat.
“Kami tidak ingin hanya menonton ketika ekonomi sedang sulit. Justru di saat seperti ini, pemerintah harus hadir dan membuka peluang,” kata Kepala Distransnaker Kutim, Roma Malau saat ditemui, Jumat (9/5/2025).
Tak tanggung-tanggung, Disnakertrans menargetkan penyerapan 10 ribu tenaga kerja lokal tahun ini. Bahkan, dalam lima tahun ke depan, target tersebut dipatok untuk mencapai 50 ribu.
Target ambisius ini bukan tanpa dasar, karena Pemkab Kutim telah menetapkan landasan hukumnya melalui Perda Nomor 1 Tahun 2022 dan Perbup Nomor 6 Tahun 2024, yang mewajibkan pemberian prioritas bagi tenaga kerja lokal.
“Kita optimalkan lulusan bursa kerja khusus dari sekolah di Sangatta langsung diterima kerja usai pelatihan di Balai Latihan Kerja,” beber Roma.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap ketergantungan pada tenaga kerja luar daerah. Pemerintah percaya, jika perusahaan bersedia terbuka dan pelatihan digencarkan, masyarakat lokal bisa menjadi tulang punggung industri di daerah sendiri.
Roma menekankan pentingnya kolaborasi. Penanganan ketenagakerjaan tak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.
“Dunia usaha harus aktif. Masyarakat juga harus siap. Kita semua bagian dari solusi,” ujarnya.
Job Fair ini menjadi satu dari banyak langkah dalam strategi besar Kutim membangun ekonomi dari bawah dengan mengandalkan sumber daya manusia lokal sebagai kekuatan utama.
“Sebagai bentuk konkret dari komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran,” pungkasnya.
Editor: Erwin