Program RLH merupakan salah satu bagian dari strategi pemerintah setempat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan hunian yang layak khusunya mereka yang belum memiliki rumah dan berpenghasilan rendah.
Kepala Bidang (Kabid) Kawsan Permukiman DPRKP Kutim, Mohammad Noor mengatakan pembangunan perumahan swadaya menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak.
Tahun ini ditargetkan 100 rumah yang tersentuh bantuan berupa atap, lantai, dan dinding, namun baru sekitar 80 unit yang diverifikasi oleh pemerintah pusat.
“Kita berupaya meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni,” ujar dia saat dikonfirmasi pada Kamis (5/12/2024).
Adapun sebaran pembangunan tersebut di Kecamatan Sangatta Utara dan Selatan. Sasaran penerima yang mutlak bermukim di wilayah Kutim yang berpenghasilan rendah.
“Pastinya tidak memiliki rumah layak dan penghasilan dibawah UMK (Upah Minimun Kabupaten),” ujarnya.
Pihaknya optimis program tersebut berkelanjutan hingga lima tahun ke depan hingga bisa mencapai target 1.000 unit rumah.
“Langkah awal pendataan kita kumpulkan para Kades, RT dan Dusun. Mereka diminta turun melakukan pengecekan langsung terkait sasaran penerima,” ungkapnya.
Kemudian hasil pendataan tersebut mereka akan melakukan verifikasi faktual di lapangan. Pihaknya juga akan memastikan masyarakat penerima tepat sasaran.
“Alhamdulillah dari 80 terverifikasi sudah 67 unit sudah terbangun. Mudah-mudahan pertengahan Desember sudah tuntas,” pungkasnya.
Editor: Erwin