AI, pria berusia 48 tahun, diterkam buaya pada 2 Oktober hari Rabu pekan lalu sekitar pukul 17.00 WITA sore hari di Sungai Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.
Koordinator Tim SAR Kutai Timur Aurelius Godja menjelaskan, mereka sudah berupaya mencari jasad AI dan buaya pemangsa tersebut namun hasilnya masih nihil.
"Hanya bagian kaki kanan yang berhasil ditemukan di tepi Sungai hingga operasi ditutup H+7 (tujuh hari) pencarian," kata Aurelius dikonfirmasi Korankaltim.com Rabu (9/10/2024).
Kendala yang dihadapi Tim SAR saat pencarian di lapangan diantaranya faktor cuaca akibat hujan deras hingga banjir sehingga menyulitkan petugas menyisir sungai.
“Lokasi kejadian lumayan jauh dari permukiman warga sehingga sulit melakukan koordinasi. Yang mengetahui kejadian hanya keluarga sekaligus saksi mata,” papar Aurelius lagi. "Kami juga baru dapat informasi tiga hari setelah kejadian karena adanya kesalahpahaman dari pihak keluarga AI," imbuhnya.
Buaya yang memangsa AI diperkirakan panjangnya sekitar lima meter berdasarkan pengakuan saksi. Namun saat pencarian hingga melibatkan pawang buaya buaya tersebut tidak muncul di permukaan. "Ini bukan pertama kali kejadian. Sebelumnya pada 2023 lalu paman AI juga dimangsa buaya," ungkap Aurelius.
AI sebelum diterkam buaya pergi ke tepi sungai sore hari membawa alkon untuk menyedot air. Teman AI yaitu Basri naik ke darat untuk mengambil bensin.
Tiba-tiba Basri mendengar suara teriakan minta tolong dari AI. Basri bersama temannya yang lain yaitu Faisal langsung bergegas ke sumber suara. Namun saat didekati AI sudah mengilang dan terseret ke dalam air.
Editor: Aspian Nur