Direktur Perumda TTBKT Suparjan mengatakan, proses perbaikan pipa memerlukan estimasi pekerjaan sekitar delapan jam. Adapun jenis pipa yang mengalami kebocoran berdiameter 160 milimeter. "Mohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan berlangsung aliran air terganggu atau tidak mengalir," sebutnya.
Adapun wilayah terdampak yakni di Jalan I A Muis, Loa Mali, Loa Hitam, Darma Hidayah, M Saleh, BPPUTK, Terminal Sangatta, Solata, Afrika, Mandar, Terong dan Kemakmuran. Usai perbaikan, pihak Perumda akan melakukan proses pemulihan tekanan pada pipa yang beroperasi dengan tekanan tertentu agar air dapat mengalir dengan baik ke seluruh daerah yang dilayani.
"Setelah terjadi gangguan dan proses distribusi di setop, maka tekanan dalam pipa dapat menurun atau mati total," kata dia.
Dia menambahkan, pemulihan tekanan memerlukan waktu untuk memastikan bahwa aliran air bisa kembali normal. Setelah pipa-pipa dipulihkan, selanjutnya perlu dilakukan pengujian kualitas air untuk memastikan air yang aliran aman untuk diminum. Pengujian ini memerlukan analisis kimia dan mikrobiologi untuk memeriksa sterililasi selama pipa kosong.
"Proses pemulihan pipa butuh waktu sehingga secara perlahan pasokan air bisa di distribusikan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z