Penandatanganan prasasti dan pemotongan pita dirangkai pelepasan ekspor perdana produk Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) frutiboks dan kalbana ke luar negeri menandai peresmian tersebut.
Akmal Malik mengapresiasi masyarakat dan jajaran Pemerintah Desa Selangkau yang telah memiliki kantor desa yang diharapkan bisa memberikan kemudahan melayani administrasi masyarakat setempat. "Kami apresiasi perusahaan yang ikut terlibat membangun kantor desa melalui program mereka," ujar Akmal.
Ardiansyah juga membeberkan sejumlah potensi yang dimiliki Kutai Timur baik dari pertanian, peternakan maupun perikanan. Termasuk potensi produk-produk lokal yang diekspor ke luar negeri. "Hasil produk dari olahan nanas dan pisang kepok grecek sudah tembus pasar internasional," ujar Ardiansyah.
Produk UMKM frutiboks dan kalbana yang ekspor merupakan olahan asli khas masyarakat di Kecamatan Kaliorang yang memiliki potensi yang sangat besar. "Hari ini secara simbolis pelepasan produk UMKM lokal yang segera dikrim ke Singapura dan Eropa," sebutnya.
Sebelumnya, Camat Kaliorang Rusmono menjelaskan potensi yang ada Desa Selangkau seperti pengembangan pariwisata, pertanian dan tanaman hortikultura, baik tanaman padi sawah dan pisang kepok. “Objek wisata sering dikunjungi Pantai Jepu-jepu, Najwa dan Mata Air Tangga Bidadari," ujar Rusmono.
Editor: Aspian Nur