Direktur Perumda Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTBKT) melalui Kepala Bagian (Kabag) Produksi, Fahrul mengatakan, sistem distribusi air perkotaan sangat kompleks karena terdiri dari jaringan pipa yang luas dan beraneka ragam. Pipa-pipa tersebut mengalirkan air di bawah tanah, di dalam gedung maupun di atas permukaan tanah.
"Ketika air kosong pipa-pipa tersebut dibutuhkan waktu untuk mengalirkan kembali air ke seluruh jaringan secara merata," paparnya saat dikonfirmasi pada Senin (29/1/2023).
Kemudian, proses pemulihan tekanan pada pipa yang beroperasi dengan tekanan tertentu agar air dapat mengalir dengan baik ke seluruh daerah yang dilayani.
"Setelah terjadi gangguan dan proses distribusi di setop maka tekanan dalam pipa dapat menurun atau mati total," kata dia.
Maka pemulihan tekanan memerlukan waktu untuk memastikan bahwa aliran air bisa kembali normal.
Dia menambahkan, setelah pipa-pipa dipulihkan, selanjutnya perlu dilakukan pengujian kualitas air untuk memastikan air yang aliran aman untuk diminum.
"Pengujian ini memerlukan analisis kimia dan mikrobiologi untuk memeriksa sterililisasi selama pipa kosong," ungkapnya.
Editor: Maruly Z