Ketua Tim Satgas BBM Zubair menyebut, setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) terpantau antrean BBM bersubsidi di SPBU sudah mulai berkurang. "Memang harus terus dimonitoring secara rutin minimal sebulan sekali di setiap SPBU," kata Zubair kepada Korankaltim.com Rabu (10/1/2023) sore tadi.
Diharapkan kondisi di lapangan terus kondusif karena kalua pengetap terus menjamur bakal menimbulkan polemik. "Kami berkomitmen memberikan solusi atas keresahan masyarakat masalah distribusi BBM bersubsidi," tegas Zubair lagi.
Untuk mengatasi kelangkaan dan juga mengurai antrean BBM di SPBU, Tim Satgas BBM Kutai Timur meminta agar adanya penambahan kouta.
Tim Satgas bersama perangkat daerah terkait telah menyepakati mencari solusi mengatasi kelangkaan BBM di wilayah Kutim. Mulai dari daerah ke hulu sampai ke hilir diupayakan bisa terdistribusi BBM dengan tepat sasaran. "Kami sudah membuat surat yang ditandatangani bupati dan Pj Gubernur Kaltim," jelas Zubair.
Penindakan kepada pengetap atau penimbun BBM bakal dibahas lebih lanjut oleh Tim Satgas agar ada kesepakatan untuk hukuman yang diberikan
Editor: Aspian Nur