Salah satu pemilik pangkalan gas LPG 3 kilogram di Jalan Yos Sudarso III, Muliati mengatakan, kekosongan atau kelangkaan stok gas LPG hampir terjadi di semua tempat.
"Saat ini masih kosong. Biasanya stok datang dua kali dalam seminggu. Kebetulan mendekati tahun baru kemarin sudah mulai langka," jelas dia saat dikonfirmasi pada Minggu (7/1/2023) sore.
Pihaknya biasanya menyediakan stok hingga 250 tabung yang diberikan jatah dari agen. Namun sejumlah persediaan tersebut sudah ludes diserbu pembeli. "Emang kalau gas subsidi tidak bertahan lama. Beda dengan gas non subsidi ukuran besar warna ungu," jelasnya.
Senada, karyawan Agen PT Haedir Ismail Bersaudara, Fadhil menuturkan hal sama terkait adanya kebijakan Pertamina yang tidak melakukan distribusi saat hari libur nasional. "Setiap tanggal merah mereka libur tidak membuka pelayanan dan distribusi hingga banyak tabung kosong yang menumpuk," jelas Fadhil.
Biasanya, pihaknya mendistribusikan ke beberapa pangkalan yang ada dengan kuota yang telah ditentukan. Disebutkan bahwa rata-rata pangkalan mendapat jatah sebanyak 80-100 tabung perharinya.
"Tiap malam kami bongkaran. Masing-masing pangkalan mendapat jatah berbeda-beda tergantung jumlah permintaan yang diajukan," sebutnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau agar membeli gas elpiji sesuai kebutuhan dan tidak ada istilah untuk cadangan agar semua warga bisa mendapat jatah yang sama. Hanya saja dia menyebut budaya panik merasa takut kehabisan terkadang sulit dikendalikan.
"Semisal satu kepala keluarga cukup beli satu tabung saja. Karena kami di agen tidak bisa melayani secara langsung harus lewat pangkalan," ulasnya.
Editor: Maruly Z