Berselang dua hari tepatnya saat Umat Kristiani merayakan Natal pada Senin (25/12/2023) lalu, jasad DS ditemukan sudah tak utuh sekitar pukul 14.00 WITA oleh warga sekitar yang melakukan pencarian.
Saat ditemukan hanya potongan tubuh berpa dada dan paha DS yang tersangkut di batang kayu tepi sungai. Setelah dicek terdapat tatto di pinggang belakang yang diketahui memang tattoo milik DS.
Polsek Bengalon sudah ke lokasi penemuan untuk melakukan evakuasi dan menurut Kapolsek Bengalon Iptu Yazid sebelum diterkam buaya DS hendak pergi ke pondok.
“Sebelum kejadian dia turun dari rumah membawa parang hendak pergi ke pondok membantu memanen sawit di wilayah perusahaan,”kata Yazid setelah menerima informasi dari warga.
Tak berselang lama teman DS menelepon namun handphone-nya tertinggal di rumah sehingga diangkat istri DS. "Dia rencananya hendak diajak makan di pondok," kata Yazid kepada Korankaltim.com Rabu (27/12/2023).
Karena lama tidak diketahui keberadaanya, akhirnya teman DS dan pihak keluarga berinisiatif mencari dan menemukan celana pendek dan sebilah parang di pinggiran sungai.
"Ada pula bekas jejak kaki korban di pinggiran sungai. Akhirnya masyarakat sekitar melakukan pencarian di sepanjang sungai Bengalon. Jarak ditemukan dari tempat kejadian sekitar lima kilometer. Potongan tubuh langsung dibawa ke rumah duka," ulasnya.
Di potongan tubuh DS terdapat bekas luka cabikan. Pihak keluarga sudah menerima keluarga mereka meninggal dunia akibat serangan buaya dan kejadian tersebut adalah musibah.
Hasil pemeriksaan atau visum didapatkan bekas cabikan atau gigitan binatang buas di bagian tubuh jenazah dan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau senjata tajam. “Sudah dimakamkan di pemakaman umum KM 125 Desa Tepian Langsat," tutup Yazid.
Editor: Aspian Nur