Pelaksana Tugas
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (PLT Disperindag) Kutai Timur Andi Nur Hadi Putra menyebutkan, kenaikan harga secara signifikan terjadi hampirdi sejumlah wilayah disebabkan oleh beberapa faktor.
"Seperti kenaikan harga pupuk dan pestisida, kenaikan biaya produksi juga kelangkaan pasokan," jelas Andi saat dikonfirmasi Korankaltim.com Sabtu (16/12/2023) sore.
Disperindag Kutai Timur terus melakukan pemantauan meskipun saat ini stok beras masih terbilang aman. Hal tersebut sebagaimana hasil koordinasi sejumlah agen yang ada.
"Beras premium merk Rojolele yang kini dijual seharga Rp16 Ribu per kilogram atau Rp370 Ribu per karung berat bersih 25 kilogram," jelasnya.
Diharapkan dengan pemantauan harga dapat kembali stabil dalam waktu dekat karena kalau terus meningkat berdampak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Jangan sampai masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya," ucap Andi.
Kenaikan harga beras juga dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Sehingga dapat menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
"Kenaikan sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir ini. Mudah-mudahan di akhir tahun kembali normal," pungkas Andi.
Editor Aspian Nur