Tim melakukan pencarian dan penyisiran ke arah Timur Laut sejauh lima kilometer dengan menggunakan rubber boat milik Basarnas. Tim SAR gabungan juga melakukan pencarian dan penyisiran ke arah Tenggara atau hilir sejauh empat kilometer dengan menggunakan perahu warga.
Kepala Tim Rescue Pos SAR Kutim, Bongga mengatakan, korban sudah ditemukan didasar sungai dengan posisi tubuh korban tersangkut di batang kayu sehingga tidak mengambang. "Jasad korban masih utuh dan langsung evakuasi menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka," jelas dia saat dikonfirmasi.
Selanjutnya, tim SAR gabungan melaksanakan rapat atas telah ditemukannya korban hingga akhirnya operasi SAR ditutup. Seluruh unsur SAR diminta kembali ke satuannya masing-masing dilanjutkan kesiapsiagaan. "Dari awal kendala di lapangan banyak batang kayu yang menghalangi penyisiran dan arus sungai kencang (deras)," ulasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bocah berusia delapan tahun bernama Nakula Priditia tenggelam di Sungai Telen Desa Muara, Kecamatan Muara Wahau Sabtu (4/11/2023) lalu. Kronologis kejadian, korban berada di pinggir sungai tiba-tiba terperosok ke dalam sungai. Meski korban sempat berpegangan dengan batang pohon yang berada di pinggir sungai akan tetapi terlepas dan hilang. "Korban berusaha melawan arus tapi karena tubuh kelelahan akhirnya hanyut," jelasnya.
Belakangan diketahui ternyata korban tidak bisa berenang. Karena arus di sungai tersebut cukup deras, maka teman korban tidak dapat menolong. Selanjutnya, teman korban lari memberitahukan ke warga atas kejadian tersebut.
Mendengar hal tersebut orang tua korban langsung mencari anaknya di sekitaran sungai. "Karena tak kunjung ketemu akhirnya meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk membantu mencari anak korban," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin