Dilansir dari Viva.co.id, orang utan tersebut diduga kekurangan gizi sehingga sangat kurus. Karena tidak cukup makanan yang tersedia di hutan, akhirnya orang utan tersebut tampak turun ke jalan bersama anaknya untuk mencari makanan.
Bahkan, tulang-tulang yang ada di dalam tubuh orang utan tersebut tampak jelas. Mereka tampak lemas dan berhati-hati saat melewati area proyek tersebut. Diduga, orang utan itu terdampak pembangunan yang ada di tempat asalnya sehingga turun ke jalan.
Namun, belum dapat dipastikan apakah proyek apa yang sedang dibangun sehingga berdampak pada habitat orang utan tersebut. Dalam video tersebut tampak jalan besar yang masih bertanah dan dipakai sebagai jalan utama.
Kasus orang utan berkeliaran di lingkungan masyarakat itu memang sering terjadi. Dalam beberapa waktu belakangan, sudah ada tiga penampakan orang utan yang mencari makanan di wilayah Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Sontak saja warganet yang melihat video tersebut sangat miris mengingat orang utan adalah salah satu hewan yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem
“Video Manusia Menderita pun para pemimpin kita skrg banyak yg biasa aja melihatnya...gk simpati...apalagi hanya Video penderitaan Binatang…” tulis seorang warganet. “Apa yang bisa kita lakukan ya? duh ga kuat liatnya. Apa ga bisa dibawa ke penangkaran buat dikasi makan dulu? Atau gimana,” timpal yang lain.
“Kasian dia..lebih melilih kelaparan di habitatnya yg sudah hancur krna dia tw klw masuk ke pemukiman warga di salhkan bisa ditembak…” ungkap warganet.
Editor: Maruly Zainuddin