Ada beberapa titik rawan api yang bisa menjadi penyebab kebakaran hutan. Faktor penyebab Karhutla kebanyakan akibat masyarakat yang membuka lahan untuk berkebun dan berpindah-pindah lokasi.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pihaknya bersama tim satuan tugas (Satgas) bakal segera menindaklanjuti wilayah berpotensi terjadi Karhutla.
"Hampir semua wilayah di Kutim yang memiliki kawasan hutan atau perkebunan yang luas menjadi daerah rawan kebakaran," jelas Ardiansyah usai rakor pada Senin (14/8/2023) sore.
Ia mengakui bahwa potensi titik api yang muncul karena cuaca kering cukup besar dan tersebar di kecamatan. Sehingga semua pihak harus waspadai setiap ada terik matahari yang cukup tinggi.
Pihaknya juga jelas Ardiansyah akan mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran hutan dan lahan. Apalagi di bulan Agustus 2023 sudah memasuki musim kemarau.
"Maka potensi kebakaran lebih besar. Kesiapan perlengkapan dan peralatan dapat melancarkan petugas dalam pengendalian bencana," imbuhnya.
Selain itu, upaya dalam persiapan menghadapi dampak El Nino sebagaimana informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwasanya bulan Juni-Agustus ini bakal terjadi El Nino rendah.
"Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih. Tetap waspada fenomena El Nino atau musim kemarau ekstrem yang melanda," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin