Sebanyak 18 bangunan rumah tunggal terbakar dan 2 bangunan dibongkar demi menghindari api menjalar.
Kapolsek Muara Wahau, Iptu Satria Yudha memaparkan kronologis kejadian dimana api pertama kali muncul sekitar jam setengah dua dini hari dirumah warga bernama Hamiah yang saat itu tidur pulas.
Penghuni rumah lainnya bernama Anik saat hendak ke kamar mandi melihat api sudah membakar plafon dapur tepatnya di atas kulkas.
"Anik langsung berlari menyelamatkan Hamiah untuk di bawah keluar mengindari sambaran api," jelas Satria pada Jumat (16/6/2023) sore tadi kepada Korankaltim.com.
Keterangan dari saksi, api tersebut kemudian menyebrang ke rumah tetangga yang berdekatan namun pemilik rumah tidak berada dirumah sementata arus listrik PLN masih menyala.
"Karena bangunan warga disana terbuat dari kayu dan jarak antara ruumah ke rumah yang mepet api mudah merambat," jelasnya.
Polisi sudah ke lokasi kejadian dan memasang tanda larangan masuk ke kawasan kebakaran.
" Bangunan yang terbakar terbuat dari kayu dan berdempetan sehingga api cepat menjalar. Dugaan awal karena korsleting listrik" paparnya.
Sekitar lima jam api baru berhasil dijinakkan menggunakan peralatan manual dikarenakan tidak ada mobil Damkar di kecamatan tersebut. Adapun Damkar yang dikirim dari Muara Wahau saat tiba dilokasi api sudah padam.
"Tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai tiga miliar rupiah," sebut Satria.
Editor: Aspian Nur