Momen Hardiknas 2023, PGRI Kutai Timur Harap Kesejahteraan Guru Dapat Perhatian Khusus
1 menit baca885 kali dibaca

Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kutai Timur mengharapkan kualitas pendidikan pendidikan semakin berkualitas.
Hal ini disampaikan Ketua PGRI Kutai Timur Suyatno berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2023) yang diperingati setiap 2 Mei.
"Harapan kami pada Hardiknas 2023 ini kualitas pendidikan terus maju mampu mencetak anak didik berkualitas," kata Suyatno saat dikonfirmasi, Selasa (2/5/2023) sore tadi.
Kualitas pendidikan juga harus didukung tenaga pendidik yang berkualitas dan harus ditopang dengan berbagai hal terutama berkaitan dengan kesejahteraan guru.
"Kami selalu menyampaikan kepada pemerintah agar sarana prasarana pendidikan terus menjadi perhatian khusus," ungkapnya.
Hal itu termasuk memperhatikan kesejahteraan bagi guru honorer atau Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) yang belum terangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
"Masih sekitar dua ribu lebih jumlah guru berstatus honorer atau TK2D yang tersebar di sejumlah sekolah yang ada di Kutai Timur," urainya.
PGRI kurang sependapat apabila dilakukan penghapusan tenaga honorer sebagaimana yang digaungkan oleh Kementerian KemenpanRB karena kebutuhan guru berstatus honorer masih sangat di butuhkan. "Kalau dihapuskan tentu banyak sekolah bakal kekurangan guru utamanya sekolah di wilayah pedalaman," ujar Suyatno.
Terkait kesejahteraan guru PGRI sudah berkoordinasi dengan bupati untuk berkomitmen menaikkan gaji guru dengan harapan agar honorer dan TK2D bisa meningkatkan ekonomi serta Tambahan Perbaikan Pengahasilan (TPP) bagi pegawai PPPK.
"Alhamdulillah sudah direspon positif. Kenaikan gaji guru honorer dan TK2D menyesuaikan kemampuan keuangan daerah sesuai amanat undang-undang 20 persen untuk dibidang pendidikan," tutup Suyatno.
Editor: Aspian Nur










