Ketua PC ISNU Kutim, Teddy Febrian menyebutkan diminta untuk membentuk lembaga atau lembaga sebagai wadah para pemikir cendikiawan atau sarjana Nahdlatul Ulama (NU).
"Kedepan kita akan segera menyusun program kerja yang bersinergi dengan pemerintah daerah. Kita terus mendorong agar para sarjana ini memberikan kontribusi yang terarah," jelas Teddy yang juga menjabat sebagai Kepala BPKAD Kutim.
Disebutkan bahwa pendirian institut nantinya akan menyasar kepada santri-santri alumni pondok pesantren sebagai wadah pengembangan keahlian khusus.
"Membuka program keilmuan dengan menyesuaikan kondisi riil yang di butuhkan saat ini. Sehingga dapat melahirkan teknokrat yang andal dan mumpuni," jabarnya.
Sehingga kedepannya, para sarjana yang memiliki intelektual diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) mengawal keberlangsungan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
"Kedepan harus bisa mengubah mindset para intelektual NU agar tidak dianggap tertinggal dari peradaban bangsa. Maka harus terlatih dengan skill sesuai kaidah keilmuan," sebutnya.
Selain itu, diminta juga akan membentuk ranting di setiap Kecamatan. Mengingat Kutim sebagai daerah penyangga IKN. Sehingga diharapkan para kader mampu memperluas wawasan dan jaringan.
“Sebelumnya kami sudah melaksanakan pembekalan pengurus. Harapannya dengan kehadiran pengurus ISNU ini mampu mengawal kebijakan arah pembangunan daerah,” ujar Teddy.
Editor: Rusdianto