Diketahui tujuan program tersebut adalah mempercepat peningkatan akses air minum, memperluas jangkauan pelayanan air minum ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Utama Perumdam TTB Kutim Suparjan mnejelaskan, program ini sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dan masyarakat dimudahkan mendapatkan penyambungan instalasi.
Selain biayanya murah, program ini mendorong supaya warga yang masuk kategori berpenghasilan rendah untuk menentukan kategori warga penerima manfaat dengan mengikuti buku pedoman dari Kementerian PUPR RI.
"Satu diantara kriteria calon penerima yakni memiliki rumah yang daya listriknya tidak lebih daripada 1.300 watt dan memang belum pernah menerima program hibah air minum dari manapun," ujar Suparjan kepada Korankaltim.com Selasa (28/2/2023).
Sedangkan untuk verifikasinya, pihak Perumda TTBKT melibatkan ketua RT, pemerintah desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.
Tahun 2022 lalu jumlah penerima sebanyak 1.565 sambungan, tersebar di 14 kecamatan di Kutai Timur.
"Saat ini jumlah penerima manfaat sudah mencapai sekitar 5 ribu lebih," tutup Suparjan.
Editor: Aspian Nur