"Kami pernah membuat sarang dengan ukuran besar ternyata tidak efektif jadi masksimalnya itu ukuran 40x40 centimeter," jelas Trioyono.
Saat musim penghujan lebah tidak melakukan aktivitas dalam artian tidak keluar sarang untuk menyerap serbuk sari. Sehingga saat penghujan hanya bisa panen sekali dalam sebulan.
"Idealnya panen dua kali dalam sebulan. Tergantung musim. Pada saat musim penghujan otomatis jumlah produksi menurun," ucap Triyono lagi.
Kendala lain, serangan hama seperti cicak, semut, tikus dan jamur. Namun hal itu masih bisa diatasi, termasuk menjaga kelembaban dalam sarang. Dalam budidaya lebah madu kelulut setiap sarang juga bervariasi jenis madu yang dihasilkan tergantung makanan atau serbuk sari yang dihisab lebah.
Bahkan pihaknya telah menanam tanaman yang menghasilkan serbuk sari disekitar sarang. Keunggulan madu kelulut ini karena menghasilkan propolis yang bersumber dari serbuk sari sebagai asupan makanan lebah dengan harga fantastis.
"Kalau dijual mentahan belum diolah bisa tembus harga Rp500 ribu perkilo. Kalau sudah diolah bisa mencapai Rp6 juta per 100 mMili di Malaysia," ungkapnya.
Kawasan tersebut sangat cocok untuk liburan akhir pekan. Representasif sebagai agro wisata karena lebahnya tidak menyengat jadi aman untuk anak-anak. Selain itu, lokasinya tak jauh dari pusat ibukota Sangatta.
"Jadi kebun kelulut ini selain mengasilakn madu juga sebagai wahana agro wisata. Termasuk salah satu tempat percontohan budidaya pengembangan madu lebah tanpa sengat," pungkas Triyono.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur