"Kami sangat terbantu dengan adanya bendungan. Sehingga warga bisa menikmati air dengan mudah langsung memutar kran dari rumah," sebutnya.
Sekian lama warga menanti akhirnya dapat menikmati air bersih berkat bantuan aspirasi anggota Fraksi NasDem DPRD Kutim. Awal pembangunan bendungan pada 2020 silam dengan pemasangan pipa sepanjang 1 kilometer. Kemudian dilanjutkan sepanjang 300 meter.
"Terhitung dua tahun terakhir ini masyarakat sudah menikmati air bersih. Masyarakat sudah tidak bergantung lagi dengan pompa air," ulasnya.
Disinggung terkait pengelolaan secara swadaya pihaknya menjelaskan bahwa sumber air di Dusun Mampang sangat melimpah hanya saja perlu pengelolaan secara baik. Warga bergotong-royong untuk melakukan pemasangan pipa termasuk pembersihan secara berkala.
"Jadi ada tim pemeliharaan jika terjadi ada kebocoran. Jadi warga tidak ditarik retribusi secara rutin hanya biaya pembersihan dan perbaikan saja," ulasnya.
Anggota DPRD Kutim Arfan mengaku bahwa potensi air di desa tersebut sangat besar sehingga perlu dikelola dengan baik agar masyarakat dapat menikmati secara berkelanjutan.
"Jadi selama bisa dikelola dengan swadaya harus dimaksimalkan. Sehingga tidak membutuhkan biaya besar tinggal bagaimana perawatan secara rutin," tukasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor: Supiansyah