Untuk diketahui, jumlah sambungan rumah (SR) itu tersebar di 13 Kecamatan. meliputi Kecamatan Sangatta Utara berjumlah 241 SR, Sangatta Selatan 64 SR, Rantau Pulung 61 SR, Muara Wahau 471.
Selanjutnya Kecamatan Kongbeng ada 15 SR, Bengalon 46 SR, Kaliorang 75 SR, Sangkulirang 58 SR. Kemudian Kecamatan Kaubun 90 SR, Muara Bengkal 104 SR, Muara Ancalong 154 SR, Long Mesangat 41 SR dan Kecamatan Busang 49 SR.
"Tujuan program ini adalah mempercepat peningkatan akses air minum, guna memperluas jangkauan pelayanan air minum ke masyarakat berpenghasilan rendah," sebut Suparjan saat dikonfirmasi Senin (28/3/2022).
Program hibah air minum perkotaan harus melalui berbagai tahapan. Banyak mekanisme verifikasi yang mesti dilalui. Dari verifikasi dokumen calon penerima manfaat hingga verifikasi teknis pemasangan water meter.
"Semua ditentukan oleh tim yang ditunjuk pemerintah pusat. Untuk tahun 2022 Pemkab kutim mendapat kuota 1500 kk. Kini telah masuk proses verifikasi," ucap Suparjan.
Program ini dirasa cukup ketat. Pasalnya pihaknya telah mengusulkan kemudian pemerintah pusat akan memverifikasi melalui konsultannya.
"Jadi hasil verifikasi yang berul-betul layak baru kami bisa kerjakan. Kami tidak bisa mengerjakan diluar ketentuan tersebut," ucapnya.
Setelah terpasang lanjut dia, konsultan akan memastikan lagi air bersih mengalir keluar air dari kran. Lalu tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) turut memastikan kegiatan sudah sesuai buku juknis.
"Jadi penerima sebanyak 1.469 KK merupakan program hibah AMK 2021 yang sudah terlaksana. Sehingga dapat merasakan manfaatnya dengan tersambungnya jaringan air bersih langsung kerumah," tutup Suparjan.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur