
"Kami sempat melakukan evakuasi mobil yang terguling di KM 1 Jalan Sangatta-Bontang," sebut Samsul Khairi, SRGS Dept Head PT PAMA KPCS.
Mereka juga menjangkau kawasan terisolir di terminal di KM 3 Sangatta Selatan dan mereka turut andil dalam memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak seperti air mineral, beras, indomie, perlengkapan ibu dan bayi, serta popok, susu, pembalut wanita dan sebagainya.
"Sejumlah paket logistik kami distribusikan melalui BPBD maupun langsung di posko dapur umum yang tersebut di puluhan titik. Setidaknya ada 59 titik untuk membantu warga yang berada wilayah terisolir di Sangatta Utara dan Selatan," kata Samsul kepada Korankaltim.com Jumat (25/3/2022) hari ini.
Bahkan pasca banjir, Pamapersada juga terlibat untuk melakukan aksi bersih-bersih bersama pemerintah kabupaten dan stakeholder terkait.
PT Pamapersada menerjunkan sebanyak 63 orang sebagai tim relawan dari parwakilan karyawan, membawa satu unit truk sampah disertai sarung tangan dan trash bag serta menyiapkan minuman dan makanan. Mereka bergotong royong membersihkan fasilitas umum seperti gedung sekolah, rumah ibadah dan Puskesmas.
"Bahu membahu gotong royong mengangkut sampah. Ada 125 titik lokasi jalan raya yang dibersihkan yang berlangsung selama dua hari," kata Samsul lagi.
Mereka juga berencana mendirikan posko kesehatan guna memeriksa kesehatan warga pasca kebanjiran khususnya bagi warga sedang hamil maupun lanjut usia (Lansia).
"Kami terus memberikan bantuan kepada warga baik saat terdapat banjir maupun sesudahnya hingga masa pemulihan," pungkas Samsul. (*/kk)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur