Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutai Timur Awang Ari Jusnanta hal ini karena selain debit air yang terus naik juga ada ancaman lain, hewan predator seperti buaya dan ular.
"Tetap waspada dan berhati-hati beraktivitas di area banjir. Jika melihat hewan buas segera menjauh dan melapor ke petugas," imbau Awang.
BPBD Kutai Timur juga menghimbau masyarakat untuk memperhatikan arus listrik, khususnya untuk rumah-rumah yang sudah tergenang air.
Mereka akan selalu bersiaga melakukan evakuasi terhadap siapa saja yang terdampak termasuk menyiapkan kebutuhan makan dan logistik.
"Kami sudah mendirikan posko pengungsian darurat serta beberapa dapur umum untuk kebutuhan masak,” paparnya
Seluruh sumber daya yang ada, baik tenaga maupun peralatan meskipun segala keterbatasan yang ada disiapkan BPBD.
"Kami minta bersabar jika penanganan kami kurang maksimal atau belum terjangkau dalam proses evakuasi. Semoga air segera surut," harap Awang.
Sebelumnya, Bupati Ardiansyah Sulaiman meminta agar upaya penanggulangan lebih dimaksimalkan kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir.
Selain itu warga juga diimbau untuk berkoordinasi dengan petugas baik RT, BPBD dan SAR dalam melakukan penanganan darurat.
"Tetap siaga untuk menyiapkan tempat pengungsian dan memsimalkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkan," pinta Ardiansyah.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur