Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Timur pun memutuskan untuk melakukan penutupan jalan sejak Selasa (11/1/2022) lalu hingga adanya perbaikan jembatan. Akses kendaraan dialihkan ke jalan poros Bengalon-Rantau Pulung.
Kepala Dinas PU Kutim Muhir menuturkan, kondisi tersebut diduga akibat hujan yang terus menerus sehingga kontur tanah amblas dan rusak.
“Kalau kendaraan roda dua bisa saja melintas namun tetap harus berhati-hati karena rawan kecelakaan. Jadi untuk lebih aman memutar saja,” kata Muhir.
Penutupan akses jalan sembari perbaikan jembatan dan kondisi jalan yang rusak. Sebab ada beberapa titik yang longsor dan rusak berat yang harus diperbaiki. “Memang jaraknya cukup jauh dan memakan waktu yang cukup lama jika harus lewat memutar tapi itu lebih baik daripada memaksakan melalui jalur dalam kondisi rusak,” sebut Muhir lagi.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman sudah meninjau penanganan jalan putus di kilometer 19 Jalan Poros Sangatta-Rantau Pulung tersebut Kamis (13/1/2021) kemarin untuk memastikan arus transportasi bisa berjalan meski proses perbaikan.
Sang kepala daerah juga pembangunan jalur alternatif menuju beberapa kecamatan di wilayah pedalaman di Kutim dan memantau pembuatan jalan sementara dibagian selatan jalan yang putus agar pengerjaan jalan tak terganggu dan masyarakat tetap bisa melintas.
Ardiansyah meminta agar Kadis PU melakukan penanganan dengan metode yang tepat bahkan menawarkan opsi penggantian jembatan agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas.
Namun jika dilakukan penggantian jembatan akan memakan waktu sekitar sepuluh hingga dua belas hari jika tidak ada kendala. Sehingga untuk proses perakitan jembatan memakan waktu kurang lebih sepuluh hari.
“Jembatan kan menyangkut kelancaran aktivitas masyarakat. Sehingga bisa segera diprioritaskan. Dapat menambah anggaran swakelola atau membuat skema terkait penggunaan anggaran yang mendahului,” kata Ardiansyah.
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur