"Langkah-langkah harus dilakukan menekan jumlah kasus yakni melakukan edukasi dengan sosialisasi ke sekolah dan lingkungan masyarakat. Karena ini merupakan penyakit masyarakat (Pekat)," jelas Kasmidi yang juga sebagai ketua harian, Rabu (17/11/2021).
Sehingga hal ini perlu menjadi kewaspadaan masyarakat semua agar penyebaran AIDS tidak merebak secara signifikan. Pihaknya telah melakukan upaya untuk menekan kasus salah satunya menutup tempat lokalisasi dan tidak memberikan izin operasi.
"Anjuran yang kami berikan tentu untuk terbaik bagi masyarakat. Mari menjaga agar penyakit berbahaya ini tidak tumbuh dan berkembang secara pesat," bebernya.
Ditambahkan, Sekretaris KPAD, Harmadji Partodarsono, menuturkan bahwa pihaknya menargetkan 2030 zero kasus HIV-AIDS. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan AIDS, seperti layanan jemput bola untuk melakukan pemeriksaan bagi pasien.
"Menggunakan mobile VCT (voluntary counselling and testing). Merupakan konseling dan tes HIV secara sukarela (KTS). Kami rutin melakukan pemeriksaan dengan endatangi mereka yang mau diperiksa," tukasnya.
Penulis: */Zulhamri
Editor : Bambang Irawan