Menurutnya, apabila akses teknologi informasi dan internet semakin mudah didapat maka tentunya para pengajar dan siswa tak akan tertinggal dalam pemanfaatan teknologi.
"Paling tidak ada upaya konkret yang dilakukan agar dapat menghapus persoalan dasar bidang pendidikan," jabarnya.
Sebab lanjut dia, secara perlahan nantinya mutu dan kualitas pendidikan semakin meningkat. Tak hanya dari sebagai sarana dan prasarana (Sapras) tetapi juga menyangkut peningkatkan SDM.
Sebagaimana diketahui baru sekitar 65 persen wilayah Kutim yang terjangkau jaringan internet. Untuk pelaksanaan realitasi program Kutim Merdeka Sinyal dialokasikan lewat APBD dan bekerjasama dengan pihak swasta.
"Tak bisa dipungkiri segala sesuatunya pasti membutuhkan jaringan internet. Makanya program ini kita berharap agar secepatnya dapat terealisasi," tukasnya.
Penulis : */Zulhamri
Editor : Bambang Irawan