"Ukuran lubang kurang lebih 1,5 centimeter. Tiap spot terdapat tujuh hingga lima belas lubang. Kerusakannya membentang sepanjang pipa transmisi Intake Sungai Aji. Saat ini kerusakan merambat dari awalnya 700 meter, menjadi kurang lebih 1 kilometer," sebutnya.
Hal itu sudah tersebar dari daerah sungai aji, jalan M Yusuf hingga ke Jalan Poros Jalan Mulawarman. Dampaknya sangat berpengaruh pada debit air yang keluar akibat kebocoran itu menurunkan jumlah produksi air.
Sebelum adanya kebocoran masih mampu memproduksi air 15 liter/detik. Tapi akibat bocornya pipa transmisi, kini hanya mampu produksi di angka 5 liter/detik.
Kapasitas secara normal mencapai 15 liter/detik. Tapi akibat bocor pipa itu, air yang di sedot hanya mampu memenuhi pengolahan 5-7 liter/detik. Turunnya debit di Instalasi Pengolahan Air (IPA) berimbas pada pelayanan ke pelanggan. Air yang di distribusi ke masyarakat jadi tidak maksimal.
“Kami tetap beroperasi sesuai kemampuan debit. Sebagian pelanggan memang kerap tidak kebagian air. Bahkan pelanggan harus menggunakan mesin pompa atau sanyo yang baru," sebutnya.
Pihaknya juga memikirkan terkait upaya penanganan kebocoran yang terus diupayakan untuk dilakukan perbaikan. Baik yang sifatnya sementara hingga jangka panjang atau permanen.
"Perbaikan sementara kami akan menambal kebocoran. Sembari proses perbaikan jangka panjang dengan mengganti jaringan pipa secara keseluruhan," ucapnya.
Pihaknya telah mengusulkan pergantian pipa ke kantor pusat yang masih tahap proses lelang. Namun pihaknya tetap melakukan perbaikan di tiap titik kebocoran.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan bagi pelanggan atas kendala yang terjadi. Kami terus berupaya agar segera teratasi,” harapnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan