"Hasil evaluasi saya meminta agar SOP (Standar Operasional Prosedur) dipersiapkan sebaik-baiknya. Seluruh sekolah harus memperhatikan ketentuan yang harus dipenuhi," sebut Ardiansyah.
Sesuai laporan yang diterimanya, semua sekolah sudah siap melaksanakan PTM hanya saja memang ada beberapa pelajar yang belum divaksi secara merata.
"Secara teknis prinsipnya sudah siap. Kami minta agar UPT Penididikan agar bersurat meminta kepada Puskesmas untuk penyuntikan vaksin bagi pelajar. Karena kami khawatir PTM berjalan tanpa melakukan pengamanan terlebih dahulu sangat berisiko," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Syahrir mengatakan 70 persen sekolah di Kabupaten Kutim sudah siap melaksanakan PTM. Jika ditotal, ada sebanyak 321 sekolah se-Kutim, mulai dari PAUD/TK hingga SMP sederajat. Sekolah telah mengajukan pelaksanaan PTM sejak beberapa waktu lalu.
“Kami harus mensterilkan dulu tempat belajar mengajar, karena lama tidak digunakan. InsyaAllah ada 70 persen sekolah yang sudah siap menggelar PTM,” ungkap Syahrir.
Sesuai data yang diberikan, rincian sekolah yang segera melaksanakan PTM yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 124 sekolah, dari 365 sekolah yang ada di 18 Kecamatan. Sedangkan yang belum melapor ada sekitar 241 PAUD/RA.
Kemudian untuk tingkat SD/MI terdapat 136 sekolah yang siap menggelar PTM dari 232 sekolah. Kemudian yang belum melapor sebanyak 96 SD atau sederajat Madrasah Ibtidaiyah (MI).
“Untuk SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTS) sebanyak 61 sekolah yang sudah siap menggelar PTM, dari total sebanyak 89 SMP/MTS. Sedangkan sisanya 28 sekolah belum melapor kepada kami,” tandasnya.
Penulis : Zulhamri
Editor : Bambang Irawan