Failu menyebutkan penangkapan buaya di Gang Family merupakan yang terbesar, dari sekian banyak penangkapan buaya yang dilakukan oleh tim rescue. Sebelumnya tim mendapat laporan dari warga mengenai keberadaan buaya tersebut.
Jam empat sore tim rescue memasang perangkap dan umpannya di titik penampakan. "Akhirnya predator itu berhasil masuk perangkap," kata Failu. Saat evakuasi buaya melawan, membuat tim yang beranggotakan tujuh orang kesulitan mengeluarkan buaya dari sungai.
Setelah berhasil dikeluarkan dari sungai, diputuskan untuk segera membawa buaya tersebut ke Mako Damkar "Alhamdulilah buaya itu berhasil di evakuasi. Untuk di Gang Family itu ada sekitar empat titik yang diduga masih ada buayanya,” ungkapnya.
Masyarakat diminta selalu waspada dan menghindari aliran sungai, lantaran kemungkinan besar terdapat penunggunya. Buaya yang telah ditangkap selanjutnya akan diambil oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur untuk diamankan.
Selama 2021 ini DPKP Kutai Timur sudah mengevakuasi sebanyak 26 ekor buaya termasuk evakuasi sarang lebah 92 titik, evakuasi ular 46 ekor, evakuasi orang utan dan monyet 4 ekor dan biawak 5.
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur