Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman menyebut FGD digelar sebagai sarana sosialisasi, diskusi, serta persiapan terkait rencana layanan Siaga 112. "Program layanan Siaga 112 di Kutai Timur jadi upaya mempercepat pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi gawat darurat," kata Ardiansyah.
Kondisi darurat yang dimaksud seperti kebakaran, kerusuhan, kecelakaan, bencana alam, penanganan masalah kesehatan, gangguan keamanan dan ketertiban umum atau keadaan darurat lainnya.
"Dengan adanya layanan Siaga 112 kami harap bisa lebih efektif memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan panggilan dan mendapatkan akses bantuan saat keadaan gawat darurat," harapnya.
Selain itu, melalui program layanan siaga 112 ini juga dapat menjadikan Kutai Timur yang lebih maju dalam teknologi dalam penanganan layanan kedaruratan, sehingga masalah yang muncul dapat segera ditindaklanjuti dengan cepat dan aman.
"Bagi yang tergabung dalam tim layanan Siaga 112 agar dapat melakukan koordinasi dengan instansi terkait supaya terwujud daerah yang tertib, damai, sehat dan sejahtera," tutup Ardiansyah. (*/kk)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur