"Pasien yang sedang perawatan sebanyak 79 orang. Saat ini 108 tempat tidur kami siapkan untuk menangani pasien dengan kategori kondisi sedang hingga berat,” kata Anik. Dari total 108 tempat tidur yang disediakan hampir 90 persen tempmat tidur khusus pasien Covid-19 sudah terpakai.
RSUD Kudungga tetap melakukan upaya sebagai langkah antisipasi dengan mengalihkan pasien ke rumah isolasi terpadu yang saat ini masih dipersiapkan. "Baru di cek tempatnya karena nakes (tenaga kesehatan) yang dimiliki masih kurang. Saat ini perawat pasien Covid-19 terbatas jadi kalau ada rumah isolasi tentu menambah tenaga," sebut Anik lagi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kutai Timur Baharani menyatakan, lokasi karantina terpusat dimaksudkan untuk memastikan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dapat dipantau. "Sekaligus mengecilkan kemungkinan untuk menularkan penyakit di lingkungan tempat ia menjalani isoman," kata Baharani.
Mess SMA Negeri 2 Sangatta dipilih jadi lokasi karantina terpusat itu. "Memang belum ada keputusan terkait yang akan dipakai karena akan diputuskan dalam rapat tim terlebih dahulu," paparnya.
Dinkes Kutai Timur sudah menyiapkan rumah karantina namun saat ini kondisinya penuh sementara pasien yang menjalani isoman terus bertambah. "Karena kebanyakan dilakukan di rumah, maka tak ada jaminan kalau tidak menularkan kepada orang terdekatnya," ucap Baharani lagi.(*/kk)
Penulis: */Zulhamri
Editor: Aspian Nur