"Kami menerima pelaksanakan pemotongan hewan kurban. Tentu kami siap memfasilitasi pemotongan hewan kurban dari permintaan masyarakat secara gratis. Pemotongan sejumlah hewan kurban tentunya mengikuti protokol kesehatan," bebernya.
Hal itu supaya tidak terjadi penyebaran wabah Covid-19 dan mengantispasi adanya timbul klaster baru. Tentu pemotongan di RPH Ruminansia untuk memberikan rasa aman dan hiegenis kepada masyarakat dalam menghadapi kesiapsiagaan para petugas dalam bekerja.
"Jadi semua petugas pemotongan dipastikan sehat dan dalam penanganan daging kurban diawasi langsung oleh dokter hewan," bebernya. Diakui, untuk stok hewan korban tahun 2021 ini didatangkan dari pulau Sulawesi. Untuk jumlah pemotongan tergantung dari jumlah permintaan.
Namun pada intinya pihaknya siap melayani permintaan masyarakat. "Prinsipnya tidak ada persiapan khusus sama saja seperti pemotongan hari-hari biasanya. Jadi permintaan masyarakat pemotongan usai salat Ied dan sehari setelah salat Iduladha. Kami bisa melayani secara fleksibel atau wait and see," paparnya.
Sabri Salam, salah seorang penjagal di RPH, mengatakan mampu menghidupkan aktivitas setelah sempat vakum beberapa tahun sebelumnya. Pihaknya mampu memotong hewan kurban tiga sampai empat ekor dalam sehari sebelum pandemi Covid-19.
"Memang dari sisi pelayanan harus tetap konsisten agar permintaan masyarakat dapat terpenuhi. Memotong di RPH dijamin bersih sehingga masyarakat seyogyanya memilih RPH sebagai tempat pemotongan hewan kurban," tandasnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan