Saat dikonfirmasi, Kabid Kedaruratan, Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Muhammad Naim menjelaskan pihaknya terus memonitor ketinggian debit air yang merendam rumah warga.
"Alhamdulillah saat ini sudah ada beberapa kecamatan secara perlahan debit air mulai turun. Kemarin memang ada satu kepala keluarga yang mengungsi di Kecamatan Long Mesangat" sebutnya saat dihubungi via telepon Rabu (19/5/2012) malam tadi.
Akibat banjir PLN sempat memutus arus listrik untuk mengantisipasi ada yang tersengat listrik. Pihaknya juga menyiapkan peralatan jika suatu saat warga membutuhkan untuk dievakuasi.
"Saat ini kami belum mendirikan tenda karena sebagian tenda di pakai untuk keperluan lain. Warga yang terdampak belum ada juga keluhan untuk evakuasi namun kami tetap pantau kondisi setiap saat," jelas Naim.
Meski banjir saat ini terjadi rutin tiap tahunnya, namun baru tahun ini terbilang parah sebab wilayah terdampak ada beberapa kecamatan sekaligus.
Diprediksi ada banjir kiriman ditambah curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan banjir bandang.
"Awal mula terjadi banjir dua hari pasca Lebaran hingga saat ini masih ada yang belum surut. Makanya kami tetap minitoring selama 24 jam," tutup Naim.
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur