Jumlah itu terbagi dalam beberapa kelompok, pertama kelompok I yang terdiri dari golongan sosial, rumah sangat sederhana dan rumah ibadah yakni berjumlah 3.483 sambungan langganan (SL).
Kemudian ada kelompok II meliputi rumah tangga, niaga kecil, industri kecil dan instansi pemerintah sebanyak 24.761 SL. Terakhir ada golongan Rumah Mewah dan Niaga Besar yang masuk kelompok III berjumlah 5.032 SL.
"Kini cakupan pelayanan administrasi PDAM Kutim diangka 43,04 persen dan untuk cakupan pelayanan teknis 70,76 persen. Adapun cakupan pelayanan teknis perkotaan diangka 89,92 persen dan pedesaan 48,92 persen," bebernya.
Angka ini mewakili jumlah penduduk yang terlayani sebesar 182.020 jiwa. Tersebar di 47 Desa dan 18 Kecamatan. PDAM TTB KT terus berupaya memperluas cakupan pelayanan. Mulai mengikuti program hibah air minum perkotaan. Termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Di tahun 2020 saja ada dua IPA baru yang terbangun. Pertama IPA di Desa Senambah, Kecamatan Muara Bengkal. Berkapasitas 10 liter/detik. Pembangunan IPA tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selanjutnya, di Kecamatan Muara Wahau. Dibangun IPA berkapasitas 50 liter/detik. IPA Wahau II tersebut berpotensi menyediakan sambungan langganan sebanyak 4000 sambungan. "Penambahan IPA tersebut menjadikan kapasitas terpasang secara keseluruhan menjadi 645 liter/detik," tutup Suparjan. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian nur