"Meskipun Cawabup kondisinya sudah mulai membaik namun belum di perbolehkan untuk berintraksi kepada masyarakat termasuk larangan mengikuti debat publik. Juga hal sama dengan AFI sedang menjalani karantina mandiri dan kondisinya juga tidak memungkinkan untuk mengikuti debat," sebut Hepnie saat dihubungi Kamis (29/10/2020).
Meskipun pihaknya sebelumnya telah mengajukan agar tahapan debat diundur dengan melihat situasi dan kondisi namun karena sudah ada kesepakatan jauh hari sebelumnya sehingga agenda debat tetap terlaksana. "Kebetulan tim kami yang hadir saat dilakukan kesepakatan bersama telah mennyampaikan bahwa jadwal debat tetap berlanjut sesuai scedule yang telah disepakati masing-masing LO paslon," bebernya.
Pihaknya juga mengakui bahwa absennya paslon dalam debat publik di satu sisi memang kehilangan momen namun di sisi lain pihknya tetap optimis memaksimalkan kesempatan di luar pada ajang debat publik tersebut dan tidak ada aturan terlalu mengikat dengan hal itu.
"Kami rasa ajang debat publik bukan satu-satunya jalan untuk menyampaikan visi-misi. Jadi kami tetap semangat karena jika dipaksakan tampil risikonya justru lebih besar. Memang sudah jalannya harus seperti itu tinggal bagaimana kita mencari simpatisan tetap solid dan semangat yang tak pernah surut," bebernya.
Sebelumnya, ketua KPU Kutim Ulfa Jamilatul Farida, menuturkan bahwa pihaknya mendapatkan konfirmasi dari instansi yang berwenang, bahwa pasangan nomor urut dua belum mendapatkan izin atau berhalangan hadir karena terkait kondisi kesehatan. Perihal tersebut KPU sudah berkoodinasi ke Bawaslu Kutim dengan tetap melaksanakan tahapan akan tetap berjalan sesuai regulasi yang ada.
"Kalau sesuai hasil keputusan sudah dijelaskan dengan surat keterangan kesehatan bahwa yang bersangkutan tidak dapat hadir dalam acara debat karena kondisi kesehatan,” sebut Ulfa. Tahapan debat publik bakal digelar sekali saja untuk itu pihaknya hanya memfasilitasi mekanisme debat, Calon Bupati dan Wakil Bupati dari nomor urut 1 dan 3 yang tampil secara duet.
Penulis: Zulhamri
Editor : Bambang Irawan