Dalam kegiatan tersebut ada beberapa proyek pekerjaan dalam program Kotaku yang menjadi tinjauan legislator Senayan itu. Di antaranya perbaikan pengerasan badan jalan, perbaikan saluran air (drainase), sanitasi (septic biofil) serta alat pemadam kebakaran berupa hidran.
Lebih jauh Irwan menuturkan bahwa penyusunan rencana program ini dilakukan dengan sangat matang. Sehingga saat meninjau program sudah teralisasi meskipun belum sepenuhnya rampung 100 persen.
Bahkan jauh sebelumnya pihaknya bersama Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) melakukan survei terlebih dahulu daerah yang dianggap kumuh dan mencari solusi setiap permasalahan di tiap-tiap Kabupaten/Kota di Kaltim.
“Agar realisasinya cepat harus ada surat ke putusan (SK) kumuh dari Bupati yang telah diajukan, karena program kotaku disebuah Kabupaten/Kota tidak boleh dianggarkan atau alokasi jika tidak memiliki SK kumuh dari Bupati,” terang Irwan saat diwawancarai awak media.
Senada, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri Arif Bolly menambahkan bahwa semua pengerjaan program Kotaku di tahun 2020 yang ada di Desa Sangatta Utara sudah mencapai 70 persen. Dengan total anggaran senilai 1 miliar yang digelontorkan di RT 04 dan RT 05. Pihaknya optimis pekerjaan akan rampung bulan depan.
"Setiap titik pengerjaan semua include badan jalan, drainase, biofil dan hidran. Untuk di RT 05 ada tiga titik yakni di gang Melati, Mariam dan gang Pinrang. Target kami bulan depan rampung 100 persen ,” sebutnya.
Sementara Sapril selaku warga setempat sangat bersyukur dengan adanya program kotaku di pemukiman tempat tinggalnya, dirinya mengatakan perbaikan fasilitas umum tentunya akan sangat membantu warga sekitar.
“Kami sangat terbantu dengan akses jalan yang sudah baik, aliran air yang lancar bebas banjir kemudian pembuangan limbah-limbah kotoran rumah tangga juga sudah disediakan tempatnya,” timpalnya.
Penulis: Zulhamri
Editor : Rusdi