Ihwal kejadian seperti yang dijelaskan Kapolsek Bengalon AKP Zarma Putra, Joni datang ke rumah ayahnya Ignasius Klao dan adu mulut lalu mengambil sebilah parang. Sang istri, Delviana bermaksud menghalangi agar tak terjadi ribut lebih lama.
Namun sang istri yang berusia 37 tahun justru ditimpas Joni dengan parang di tangan kiri dan kanan serta pipi. “Delvi langsung lari ke Gereja GPDi dekat rumahnya untuk meminta pertolongan,” beber Zarma.
Warga bernama Foneke yang pertama melihat Delviana berlumur darah segera memanggil temannya untuk membawa ke Puskesmas. Kembali ke lokasi kejadian, sang ayah yang berusia 60 tahun tak berdaya mendapat timpasan dibeberapa bagian tubuhnya.
Parang dari tangan Joni yang merupakan anak kandungnya melayang kurang lebih lima kali timpasan ke tubuh Ignasius.
“Tak berseleng lama setelah kejadian warga langsung ke lokasi dan melihat ayah pelaku tergeletak di pinggir jalan,” sebut Zarma.
Banyaknya luka di tubuh membuat Ignasius kehabisan darah. Luka yang terlihat di tubuhnya antara lain bagian kepala tepatnya di dahi terbelah, sementara leher, lengan kiri dan lutut kanan-kirinya juga terluka.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, menanti kondisi Delvi membaik baru dimintai keterangan karena sang istri jadi saksi utama kasus pembunuhan ini.
"Joni belum diperiksa karena masih suasana panas takut mengamuk. Ia juga baru tiga bulan keluar dari penjara,” ungkap Zarma. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur