Dokter Dibekali Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus
1 menit baca1.611 kali dibaca
TENGGARONG - BPJS Kesehatan Cabang Tenggarong menggelar pembekalan pengedalian penyakit diabetes melitus (DM) kepada dokter umum yang bertugas di puskesmas, dari dokter spesialis DM RSUD AM Parikesit dan Klinik DM Puskesmas Rapak Mahang, Selasa (28/11) lalu di Grand Fatma Hotel.
“DM merupakan penyakit mematikan nomor empat di dunia, penderita sangat tinggi, begitu juga di Kukar. Penanganan penyakit DM sebetulnya bisa dilakukan di puskesmas, makanya kita mengadakan transfer pengetahun DM dari dokter spesialis kepada dokter umum,” kata Kepala BPJS Kesehatan Tenggarong, Susan Triyana kepada Koran Kaltim, kemarin.
Menurut Susan, klinik DM Rapak Mahang merupakan satu dari tiga puskesmas di Indonesia yang membuka klinik DM. Penanganan DM sebetulnya bisa dilakukan oleh puskesmas selaku Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama tanpa harus dirujuk ke dokter spesialis di rumah sakit.
“Penyakit DM bisa menjadi sumber penyakit lainnya, seperti jantung, ginjal serta penyakit lainnya. Sebanyak 134 penyakit bisa dikendalikan sampai tingkat FKTP tanpa perlu rujukan ke dokter spesialis,” jelasnya.
Berbagai penanganan penyakit cukup di tingkat FKTP, menurut Susan untuk mengurangi antrean pasien di tingkat dokter spesialis, guna memaksimalkan kerja dokter yang bertugas.
“Ke depannya pembekalan dokter spesialis juga akan diberikan untuk penyakit lainnya,” ujarnya.
Banyak pasien penyakit diabetes yang berobat ke Klinik DM Puskesmas Rapak Mahang, baik yang masih stadium ringan atau berat sudah menyebabkan luka. Ini bukan hanya berasal dari wilayah kerja Puskesmas Rapak Mahang tetapi pasien dari luar.
“Penderita DM yang kita tangani setiap tahun semakin meningkat, seperti 2015 yang ditanggani sebanyak 600 pasien, sedangkan di tahun 2016 yang kita tanggani sebanyak 880 pasien, ini terbilang tinggi,” pungkasnya. (ran)










