Namun, dalam perbaikan ini kontribusi perusahaan baik perkebunan maupun pertambangan batu bara sangat mengecewakan. Di antara puluhan perusahaan yang melintasi jalan tersebut, hanya PT Rea Kaltim Plantations yang memberikan sumbangsih perbaikan jalan itu.
“Baru satu perusahaan yang memberikan bantuan, PT Rea Kaltim saja. Perusahaan lain belum ada informasi,” kata Camat Kota Bangun, Mawardi.
Fakta bahwa baru satu perusahaan yang memberikan kontribusi dengan perbaikan jalan ini tentu sangat mengecewakan. Pasalnya, bukan hanya warga melintas di jalan darat satu-satunya yang menghubungkan Kota Bangun menuju Kenohan ini, namun mobil besar perusahaan juga melintas.
Bahkan, mobil perusahaan disebut berkontribusi besar atas hancurnya jalan di Desa Sebelimbingan ini. Mereka kerap melintasi jalan ini untuk membawa logistik, seperti ban alat berat. “PT Rea Kaltim membantu batu gunung sebanyak tiga truk,” bebernya.
Perbaikan jalan ini, kata dia, dilakukan secara gotong royong antara Dinas PU Kukar dan PT Rea Kaltim. “Kami harap pemprov juga membantu karena jalan ini tidak hanya dilewati warga Kukar tapi juga warga Kutim atau Kubar,” harapnya.
Sementara untuk lalu lintas, kata Mawardi, sudah mulai normal karena hujan seiring mulai keringnya jalan. “Kita menyediakan dua alternatif, jalan ini (poros Sebelimbingan-Tuana Tuha) tetap dibuka, jalan lain lewat feri dari Kahala menuju Kota Bangun. Kita bantu fasilitasi biaya agar semua senang,” bebernya. (ami)