Pajak dan Retribusi Belum Digali Maksimal
1 menit baca2.227 kali dibaca

TENGGARONG- Persoalan keuangan yang melanda Pemkab Kukar disebabkan oleh Dana Bagi Hasil (DBH) yang minim dicairkan pemerintah pusat. Persoalan ini juga ditambah lagi dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang juga cenderung menurun.
“Tahun ini bukan hanya DBH saja yang mengalami penurunan, PAD juga diprediksi mengalami penurunan,”kata Plt Bupati Kukar Edi Damansyah, baru-baru ini.
Edi mengakui, sampai saat ini Pemkab Kukar belum maksimal menggali PAD. Kukar dulunya hanya mengandalkan transfer DBH dari pusat. Dalam kondisi perlambatan ekonomi secara nasional terasa berat jika masih mengandalkan sumber keuangan ini.
Dia menambahkan, kewenangan pengelolaan pajak dan retribusi antara pusat dan daerah sudah sangat jelas. Mana celah pajak dan retribusi yang boleh dipungut oleh pemerintah daerah, seperti pajak daerah, pajak hotel dan tempat hiburan, retribusi jasa umum, retribusi parker, perizinan tertentu, serta jenis pajak dan retribusi lainnya. Dua sektor yang akan dijadikan andalan bagi pemkab Kukar, yakni Pariwisata dan pertanian dalam arti luas.
“Sudah sangat jelas antara pajak yang dipungut pusat dan daerah, pemerintah daerah tinggal memaksimalkan perannya saja guna mendongkrak PAD,”jelasnya.
Kabag Administrasi Perekonomian Muhammad Taufik mengatakan, Kukar akan terus menyasar celah-celah sektor PAD sepanjang tidak berbenturan dengan kewenangan pajak pusat, provinsi dan kabupaten. “Celah PAD kita terus evaluasi, akan bisa ditingkatkan. Kita punya usulan pajak jeti tambang batu bara yang ada di Kukar, ternyata ini berbenturan dengan kewenagan yang lebih tinggi,”jelasnya.
Dosen Fakultas Ekonomi Unikarta, Heru Suprapto mengatakan, Kukar sudah terlanjur bertahun-bertahun mengandalkan eksplorasi SDM seperti batu bara. Biaya pembangunan Kukar 80 persen lebih bersumber dari DBH, bukan dari PAD.
“Perekonomian yang kian lambat di Kukar karena uang pemerintah juga lambat cairnya, Kukar sudah sekian lama ketergantungan dengan DBH. Uang pemerintah cair satu triliun saja, sudah memberikan dampak ekonomi yang lumayan besar,”ucapnya. (ran)










