Minggu, 27/09/2026
Minggu, 27/09/2026
Kepala DKP Kukar, Muslik. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Minggu, 27/09/2026

Kepala DKP Kukar, Muslik. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) mengevaluasi sistem pengairan kawasan budidaya menyusul penyusutan debit air akibat kemarau.
Kondisi tersebut mulai berdampak terhadap aktivitas pembudidaya ikan di sejumlah wilayah. Persoalan tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya volume air, tetapi juga keterbatasan pompa ketika sumber air yang hendak dialirkan ikut mengering.
Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan keberadaan pompa tidak cukup untuk mengatasi persoalan apabila sumber air di sekitar kawasan budidaya sudah tidak tersedia.
“Kita siapkan pompa, sementara airnya tidak ada. Ke depan kita pikirkan penyediaan sumur bor atau alat lain yang bisa menunjang pengairan dengan bagus,” kata Muslik kepada Korankaltim.com, Minggu (27/9/2026).
Selain sumur bor, DKP Kukar juga mempertimbangkan pembenahan saluran dan aliran sungai agar pasokan air tetap dapat masuk ke kawasan budidaya meski menghadapi kondisi kemarau.
Muslik menyebut dampak kemarau di lapangan berbeda-beda. Pembudidaya yang menggunakan keramba harus menyesuaikan posisi keramba dengan kondisi perairan yang masih memiliki kedalaman. Sementara sejumlah kolam darat mulai mengalami kekeringan.
“Kita sudah terima keluhan ini dari beberapa pembudidaya di Kukar,” akunya.
DKP Kukar berharap kemarau panjang ini segera berakhir agar aktivitas ekonomi warga kembali normal, sembari pemerintah mematangkan cetak biru infrastruktur pengairan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Editor: Erwin
Minggu, 27/09/2026
Kepala DKP Kukar, Muslik. (Foto: Muhammad Anshori/Korankaltim.com)
TERPOPULER