Sabtu, 26/09/2026

Ratusan Pesepeda Ramaikan Critical Mass Tenggarong, Suarakan Hak dan Keselamatan Pengguna Jalan

Sabtu, 26/09/2026

Ratusan peserta Critical Mass berkumpul di Taman Pujaser Tenggarong.  (Dok. Kayoh Bebaya Tenggarong)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Ratusan Pesepeda Ramaikan Critical Mass Tenggarong, Suarakan Hak dan Keselamatan Pengguna Jalan

Sabtu, 26/09/2026

logo

Ratusan peserta Critical Mass berkumpul di Taman Pujaser Tenggarong.  (Dok. Kayoh Bebaya Tenggarong)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas dan latar belakang di Kutai Kartanegara (Kukar) turun ke jalan dalam aksi kolektif Critical Mass Tenggarong Jumat (25/9/2026) malam.

Gerakan yang diadakan rutin pada Jumat di akhir bulan ini mampu mengubah suasana malam di Kota Raja menjadi ruang publik yang ramah pesepeda. 

Mengambil titik kumpul di kawasan cagar budaya depan Kedaton Kutai Kartanegara, massa mulai bergerak tertib tepat pukul 20.00 WITA melintasi rute landai di sepanjang jalan protokol Timbau sebelum akhirnya finis kembali bersama. Gerakan tanpa struktur ini terbuka gratis untuk siapa saja baik itu penggunaan jenis sepeda Road Bike, fixed gear, sepeda lipat, BMX, hingga sepeda tua untuk bergabung.

Aksi ini diinisiasi secara kolaboratif oleh komunitas pemuda lokal, termsuk Kayoh Bebaya Tenggarong.

Ketua Kayoh Bebaya Tenggarong Muhammad Yudi Husein mengatakan, gerakan ini membawa pesan penting mengenai kesetaraan hak pengguna jalan serta penyediaan ruang untuk pesepeda yang aman khususnya di wilayah perkotaan. 
"Untuk aksi Critical Mass ini diadakan serentak di seluruh kota di Indonesia," kata Husein kepada Korankaltim.com disela kegiatan.

Aksi bersepeda bersama ini bukan sekadar ajang kumpul komunitas atau olahraga biasa, tetapi kegiatan yang dapat menjadi media kampanye visual ramah dan menyenangkan untuk menyuarakan keselamatan di jalan raya. 

"Saat ada satu atau dua pengguna sepeda sedang asik gowes di malam hari, mereka sering kali diabaikan dan di potong jalannya oleh pengendara mesin lainnya," ucapnya.

Lewat Critical Mass, saat ratusan pesepeda bergerak bersama dalam satu barisan yang tertib, itu merupakan pesan nyata bahwa jalan raya dibangun bukan hanya milik kendaraan mesin.
"Kami ingin membangun budaya berkendara yang aman bagi semua orang di Tenggarong," tegasnya Husein.

Gerakan ramah lingkungan ini diharapkan mampu menarik perhatian pembuat kebijakan di daerah untuk terus mendukung mobilitas berkelanjutan serta memperhatikan fasilitas keselamatan jalan bagi pengguna sepeda. 

Sementara  peserta Critical Mass, Dery Wirayuanda menilai Critical Mass menjadi pemantik kesadaran, baik bagi sesama pengguna jalan maupun para pembuat kebijakan kota.

Ia menginginkan aksi ini mampu mendorong lahirnya infrastruktur transportasi yang lebih inklusif, ramah lingkungan dan manusiawi.

"Saya memimpikan kota yang ramah untuk para pesepeda. Sepeda harus diakomodasi dengan layak sebagai pilihan transportasi harian yang aman dan dihormati oleh sistem transportasi publik," harap Dery.

Aksi turun ke jalan ini bukan sekadar tentang bersepeda bersama atau sekadar gaya hidup. Ini merupakan pernyataan tegas bahwa para pesepeda memiliki hak yang sama dan setara atas ruang publik.

Editor: Aspian Nur

Ratusan Pesepeda Ramaikan Critical Mass Tenggarong, Suarakan Hak dan Keselamatan Pengguna Jalan

Sabtu, 26/09/2026

Ratusan peserta Critical Mass berkumpul di Taman Pujaser Tenggarong.  (Dok. Kayoh Bebaya Tenggarong)

Share

Berita Terkait